ardee blog

coretan tertulis

liburan berbekas (part.2)

Posted by ardee on February 20, 2010

sampai di rumah bekasi, kami diantar ke salah satu rumah sakit ibu dan anak di kawasan bekasi barat, mengingat biasanya tidak ada dokter spesialis anak yang buka praktek di hari minggu sore.sembilan

setelah zaky diperiksa oleh sang ibu dokter, ternyata muntaber dan cukup parah. harus di opname dan butuh di infus, memang sejak muntah2 tsb zaky tidak mau menerima apapun masuk ke dalam mulutnya termasuk susu.

tidak ada pertimbangan lain, kami ikutin anjuran ibu dokter tadi. saat zaky di infus, saya ikut memegang badannya dan dia menangis kencang saat jarum infus menusuk nadinya, perasaan sayapun sangat tidak tega dan kasihan sekali. tangan zaky yg satunya di ikat dengan perban, rupanya  supaya tidak usil mencabut jarum infuse yang tertancap.

setelah diskusi dengan istri, diputuskan kami berdua yang nungguin zaky di rumah sakit malam itu. saya balik sebentar dulu ke rumah om untuk ngambil baju2 dan perlengkapan dan sekalian bercerita kepada si kakak (zia) tentang adeknya yang lagi sakit. dan minta dia untuk bisa tidur sendiri di rumah, karena ayah dan mamanya  lagi nungguin zaky di rumah sakit. sebenarnya kamipun sudah menyangsikan sebelumnya, bagaimana nasib si kakak yg saat itu berusia 4 tahun di tinggal di rumah om yg mungkin dia baru kenal. apalagi malam sebelumnya kami tidur berempat tidur dalam 1 kamar. si kakak pun tidak protes dan sepertinya dia memaklumi keadaan, tumben juga pikirku. biasanya dia selalu minta ikut kemana pergi, apalagi ini ditengah lingkungan yang mungkin asing bagi dia.

setelah mengambil perlengkapan saya balik ke rumah sakit dan menunggui zaky malam itu. besok paginya baru saya bawa si kakak mengunjungi zaky di rumah sakit, begitu kami tanya, tante pun mengatakan zia anteng aja malam itu dan bisa berinteraksi dengan tante dan anak2nya, syukurlah panjat kami…

Alhamdulillah zaky ada menunjukkan kemajuan dan keesokan hari (jam 11 siang) adalah jadwal untuk terbang ke pangkal pinang, saat dokter visit kami sampaikan ke dokter masalah itu dan sang dokter belum mengizinkan zaky untuk pulang/ke luar rumah sakit  sore atau malam itu. sang dokter berjanji untuk visit pagi2 besoknya untuk memastikan apakah zaky sdh lumayan sembuh atau belum, sehingga bisa melanjutkan liburan ke rumah nenek. terpaksa malam itu zia kembali tidur di rumah om dan kami berdua menunggui zaky di rumah sakit.

karena zaky semakin melihatkan kemajuan dan mulai ceria dan bermain, diskusi dengan suster perawat mereka juga yakin zaky bisa keluar rumah sakit besok pagi, makanya malam itu kami sekalian berkemas dan menyusun rencana untuk langsung ke airport begitu keluar rumah sakit.

pagi2 itu para suster sangat kooperatif, dengan cekatan mereka menyiapkan semua urusan administrasi, sambil menunggu sang dokter dating. tungu ditunggu akhirnya dokter datang sekitar jam 8 pagi dan Alhamdulillah dokter mengizinkan zaky utk keluar rumah sakit dengan catatan, begitu sampai di pangkal pinang segera di konsultasi lagi ke dokter setempat. terima kasih bu dokter…

jam 9 pagi baru keluar dari rumah sakit dan langsung tancap ke soekarno hatta, mudah2an tidak begitu macet harapanku sehingga tidak ketinggalan pesawat. karena jam segitu kan bukan jam masuk kantor lagi. ternyata begitu keluar pintu tol cawang, macet panjang dan merayap utk arah tol slipi dalam kota, si supir om langsung ambil keputusan, kita lewat tol ancol aja, ternyata tebakan si supir bener, saat itu tol arah ancol lancar.

tiba2 begitu lewat ancol menjelang jembatan tiga, tolnya merayap saya tambah deg2an dan bolak balik lihat arah jarum jam. mengingat penerbangan jam 11an, tidak ada yang bisa dilakukan selain berdoa minta pertolongan Allah.

kira2 setengah jam merayap, akhirnya bisa lancar, rupanya ada truk yang mogok. dengan perasaan dag dig dug karena jam telah menunjukkan lebih dari jam 10, untungnya tidak ada lagi macet sampai bandara. sekitar jam 11 an kurang dan masih dibolehkan check in oleh staff airline.

menunggu sebentar di ruang tunggu dan akhirnya istri dan kedua anak saya boarding untuk penerbangan ke pangkal pinang.

sedangkan saya masih menunggu utk penerbangan balik  ke batam beberapa jam kemudian, saat itu saya tidak ikut liburan ke pangkal pinang, karena mereka berencana untuk liburan hampir 1 bulan. 3 minggu setelah itu baru saya kembali menyusul mereka ke pangkal pinang dan kembali bersama ke batam.

ternyata rencana yang telah disusun sematang mungkin, bisa berubah. tadinya mau bersenang2, malahan nginap di rumah sakit. manusia cuma bisa berencana, Allah lah yang punya kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: