nikmat mgkn adalah suatu kata yang populer, kita semua sangat akrab dengan kata2 ini. contohnya kala terik hari di siang bolong, tiba2 kita mendapati es kelapa muda, duh nikmatnya….. dan mgkn banyak contoh2 kenikmatan lain yang kita rasakan sehari2.
nikmat sendiri sebenarnya berarti suatu kebaikan atau kesenangan atau kelapangan yang diberikan Allah pada manusia. berdasarkan akan arti tsb, sebenarnya kita manusia ini hidupnya tidak akan bisa lepas dari nikmat. mengapa demikian, coba bayangkan jika Allah tidak memberikan kelapangan buat kita dalam menghirup oksigen yang kita hirup tiap detik ini (apalagi gratis…) bisa dibayangkan apa yang terjadi.
tapi sifat dasar manusia adalah pelupa, mungkin juga lupa akan nikmat menghirup oksigen tsb. karena mgkn bisa jadi menghirup oksigen itu sdh jadi “ritual” sejak kita nongol di dunia ini, makanya kita terlupa kalau menganggap itu adalah sebenarnya jg suatu nikmat. jadi untuk hal2 normal atau kegiatan rutin dari hari ke hari kadang kita terlupa kalau itu sebenarnya adalah merupakan nikmat Allah, misalnya keluarga yang sehat, bisa selamat dlm perjalanan ke tempat kerja, atau buat ibu2 mgkn pekerjaan rumah yg selalu beres.
kebanyakan kita mengukur atau menyadari akan nikmat Allah hanya dalam bentuk materi, misalnya naik gaji, dapet proyek gede, dapet promosi jabatan, perjalanan dinas ke luar negeri dll atau suatu keadaan berbalik yang bener2 kita rasakan secara langsung, misalnya sembuh dari sakit, kenyang dari kelaparan, hujan setelah kemarau panjang dll.
sudah sepantasnya sebagaimana posisi orang yang diberi, maka kita wajib berterimakasih bukan? bagaimana cara mengucapkan terimakasih tsb? Read the rest of this entry »





