ajakan untuk ml…..
Posted by ardee on March 28, 2010
upsss… jangan berpikir yang senewen dulu, “ml” bagi saya lebih populer untuk pengertian mati lampu. istilah yang agak aneh ini saya dapat saat baca salah satu tulisan di kompasiana.com beberapa bulan yang lalu.
tadi malam sekitar jam 20:30 sesuai saat yang ditentukan oleh organisasi wwf (world wide fund for nature/wild-life) untuk melakukan ajakan “ml” 1 jam sedunia dengan judul kampanye earth hour, saya melihat ke arah luar rumah untuk mencari tahu apakah para neighbour sdh ada yg mulai melakukan aksi “ml” ini, ternyata masih banyak yang terang benderang.
suasana di dalam rumah, pasukanpun lagi masyuk ama game di komputer dan tv pun masih ada yang asyik nonton. wah gimana nih cara mau matiin. di tv pun saat itu tidak terlihat adanya breaking news utk sebagai alert untuk mengikuti program earth hour.
tadinya ide yg muncul utk mengikutin program ini yaitu matiin lampu dan semua peralatan listrik lainnya, kecuali sang ac di kamar, karena mgkn bisa langsung terlelap, karena matapun dah mulai terasa ngantuk di jam segitu.
sebenarnya bingung juga yang dihimbau untuk mematikan lampu doang atau seluruh peralatan yang memakai listrik. tapi karna ikonnya adalah lampu, berarti mungkin lampu doang kali ya…
akhirnya karena semua yg di rumah masih beraktivitas dan lampu yang nyala memang cuma di tempat beraktivitas tsb dan lampu teras, maka akhirnya sad to say, acara seremonial earth hour ini tidak diikutin.
bukannya tidak peduli tentang pemanasan global gara2 tidak mengikuti seremoni ini. ini kan cuma seremoni alias upacara, inti yang sebenarnya adalah dalam kehidupan sehari2, seberapa besar concern kita dalam penghematan listrik dan melakukan aksi2 hijau lainnya.
karena dalam sehari2nya di rumah telah di terapkan untuk selalu menghemat listrik, matikan peralatan listrik jika sudah tidak terpakai atau tidak berada lagi di ruangan tsb.
concern pertamanya sih dalam menghemat listrik ini awalnya bukanlah dalam artian ingin ikut andil menahan laju pemanasan global, tapi adalah takut akan tagihan listrik yang melonjak he..he….. tapi tentunya otomastis ikut andil dalam menahan laju pemanasan global.
percuma juga gembor2 ikut program earth hour, menghemat listrik dalam 1 jam. padahal dalam 8759 jam lainnya dalam setahun itu mereka memboros2kan listrik dan tentunya mempercepat efek pemanasan global.
sudah saatnya untuk menimbang2 lagi keadaan disekitar masing2, apakah lampu ini atau peralatan listrik ini memang butuh nyala atau dinyalain.
act now, save our next generation!







delia4ever said
nggak papa kok pak.. kan gak keharusan
lagian dibatam skrg juga sering mati lampu ya pak.. berarti sebenarnya kita sering berpartisipasi dong hehehe
semalam saya ikutan pak.. matikan lampu 2 jam…
jd ketawa2 sendri.. kita gelap2an ehhh tetangga kiri kanan terang banget….
ardee said
batam dah mulai jarang lg mati lampu koq, ada musimnya jg kali ya….?

wah hebat dong 2 jam, bukan gara2 ketiduran kan…?
kalo masih single fighter ya harus bisa, karena cuma dealing ama diri sendiri, kalo disini kan harus deal ama “pasukan” dulu….
yang penting, kesadaran penghematan listrik dlm sehari2 yg lebih ditanamkan utk mensukseskan pengurangan pemanasan global ini, tul nggak…
Tigis said
oalah ardee itu elo toh. Kirain sapa kiye. Wuah uda mulai ngeblog nih skrg. GANYANG MALINGSIA!
ardee said
selamat datang om tigis, mohon pencerahan blogging lebih lanjut….
ganyang malingsia??
jun said
saat pagi kan lampu gag perlu dinyalaiin
ardee said
he..he… yup, bener bro… kecuali kalo mendung gelap.
oleh2 batam expo ke-10 « ardee blog said
[...] hal yg mungkin bisa jadi improvement oleh pengelola spc, yaitu terjadinya mati lampu 3x selama kami disana. dan itu cuma mati lampu lokal, bukan putus supply dari pln. mgkn instalasi [...]