ardee blog

coretan tertulis

dasar matrei….

Posted by ardee on February 24, 2010

teringat waktu masih aktif di dunia per-fesbuk-an, saya pernah nulis status tentang materei, yang menurut saya suatu yang tidak penting, tapi dipenting2kan. saat itu mendapat tanggapan dari beberapa temen. saat itu saya berpikir apa sih sebenarnya kegunaan materei, apakah tanpa materai isi dokumen tsb tidak bisa dipertanggungjawabkan? apa bedanya juga misalkan suatu dokumen pake materai tetapi tanda tangan yg diatas materai tsb dipalsukan, toh bisa juga jadi pertanyaan keabsahannya.

pertimbangan lain, kayaknya di tempat kerjaan pernah melihat dokumen2 yang ada unsur nominal uangnya, dan ini melibatkan orang/perusahaan di luar negeri, tapi koq ndak ada pake materai2 segala, jumlah uang yg tercantum di dokumen tsb pun terkadang sangat jauh lebih besar dari gaji yang saya terima setiap bulannya.

rasa penasaran apakah di luar negeri sana juga pakai materai, sempat saya cek di kamus indonesia-english online di internet dengan menuliskan “materai”, ternyata yang muncul cuma seal, stamp, postage, revenue stamp, dan seal to indaicate payment. ini kayaknya tidak jauh berkenaan dengan perangko, bukan materai yang saya maksudkan.

baru tadi saya berkesempatan googling apa sih sebenarnya guna materai, ternyata baru tahu kalo penggunaan materai itu diatur sebuah undang2 yaitu UU No. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai (disini)   berdasarkan undang2 tsb, dokumen yg memerlukan materai, kira2 begini:

1. surat perjanjian dan surat2 lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat bukti yang bersifat perdata

2. surat yang memuat sejumlah nominal uang (surat jual beli,  surat hutang, dll).

jika kecil dari 250 rebu tidak diperlukan materai. 250 rebu – 1juta tempelkan materei 3000; diatas 1 juta tempelkan materai 6000. (utk nominal ini telah mengikuti revisi peraturan pemerintah no 24 th 2000 tentang perubahan tarif bea materai)

3. akta notaris dan pejabat pembuat tanah  beserta salinannya.

kemudian didapatkan informasi lain bahwa sebenarnya materai itu adalah pajak (penerimaan negara) untuk suatu dokumen. sebuah dokumen tanpa materai masih tetap sah, tapi tidak bisa dijadikan bukti di pengadilan. untuk bisa jadi bukti, maka negara meminta pajaknya (dlm bentuk materai).

baca2 lebih lanjut diketahui ternyata undang2 tentang materai ini bereferensi pada sebuah aturan  belanda di tahun 1921 (Zegelverordening 1921).

kalo dipikir2 lebih lanjut, kenapa juga kita masih ngikutin sebuah produk kolonial belanda, pada zaman itu tentunya belanda sangat aktif narik pajak sana sini (membebani rakyat membabi buta) untuk dibawa hasilnya ke negeri mereka sana.

menurut pemikiran pendek saya sih, penggunaan materai ini sebaiknya dipikirkan lagi, selain cuma mengada2 terkadang juga  menyulitkan. logikanya  suatu dokumen walaupun tanpa materai, selama ada legalitas surat tersebut seperti tanda tangan dan atau kop surat utk instansi/perusahaan, pihak pengadilan seharusnya bisa menganggap itu suatu alat bukti.

kalo dikaitkan dengan masalah pajak, bukankah rakyat kita telah banyak membayar berbagai pajak, tapi selama pajak itu masih masuk logika, toh kita tidak akan keberatan membayarnya, contoh pajak lampu penerangan jalan yg biasanya kita bayar bersamaan dengan tagihan listrik, ini masih kita terima, walaupun kadang tdk semua jalan ada lampu penerangannya.

pernah inget zaman dulu ada pajak (iuran?) televisi, ada juga pajak radio, pajak sepeda(?), toh sekarang tidak pernah terdengar lagi kabarnya. saya tidak tahu kenapa menghilangnya pungutan ini, mungkin saja karena faktor kelogikaan tadi, oleh karena tv & radio tidak hanya siaraan pemerintah saja yg tersedia

masih teringat beberapa tahun yg lalu, saat mengurus kredit rumah kalau tidak salah butuh sekitar 12 materai, kemudian saat ngurus akte lahir anak lewat penetapan pengadilan juga butuh 6 materai. masih mending terkadang materai bisa didapat persis di sebelah kita berada, terkadang kita harus bete  utk pergi kabur mencari materai di tengah suatu proses pengurusan dokumen (biasanya pake antri)  begitu diketahui pas  sang petugas nyeletuk “pake materai, pak!!!”

About these ads

7 Responses to “dasar matrei….”

  1. Kuropeto said

    bedanya kalo pake materai 3rb ama yang 6rb apaan ya….

    *—————————————————–
    kalo mo minjem komik ke kuropeto aja…

    • ardee said

      info yg di dapat sih, perbedaannya berdasarkan dari nominal uang yg tercantum di dokumen tsb. matre 3 rebu utk dokumen 250 rebu – 1 jt, 6 rebu tuk diatas 1 juta.

  2. wong cilik said

    nice info !! mantap gan!! lanjut…… :)

  3. Sutan said

    Info yang menarik, baru tau juga materai itu selain penguat perjanjian dll, juga sebagai pajak. Duh…hampir setiap sudut kita kena pajak ya bro…

  4. [...] dasar matrei…. [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: